Diabetes dan Disfungsi Ereksi (DE) : Apa Hubungannya ?

Poin penting:

  • Pria yang memiliki gejala diabetes memiliki kemungkinan dua hingga tiga kali lebih besar untuk terkena disfungsi ereksi (DE).
  • Sekitar setengah dari pria yang didiagnosa dengan diabetes tipe 2 akan terkena DE dalam jangka waktu 10 tahun sejak diagnosa dilakukan.
  • Mengadopsi gaya hidup yang lebih sehat dapat mengurangi resiko anda.

Meskipun diabetes dan disfungsi ereksi (DE) adalah dua keadaan yang terpisah, kedua kondisi ini cenderung saling terkait.

DE didefinisikan sebagai kesulitan untuk mencapai atau mempertahankan keadaan ereksi.

Pria yang mengidap diabetes memiliki kemungkinan dua atau tiga kali lebih besar untuk terkena DE.

Ketika pria berusia 45 tahun dan dibawahnya mengidap DE, maka hal tersebut mungkin merupakan gejala diabetes tipe 2.

Diabetes timbul ketika terjadi kelebihan gula yang beredar di pembuluh darah anda. Terdapat dua buah tipe diabetes: diabetes tipe 1, yang mempengaruhi kurang dari 10 % dari mereka yang mengidap diabetes, dan diabetes tipe 2, yang mencakup lebih dari 90 % kasus diabetes.

Diabetes tipe 2 seringkali berkembang sebagai hasil dari kelebihan berat badan atau kurangnya kegiatan fisik. Setidaknya sebanyak 10 juta penduduk Indonesia mengidap diabetes, dan setengah darinya merupakan pria.

Sekitar 10 % dari pria berumur 40 hingga 70 tahun mengidap DE kronis dan 25 % lainnya mengidap DE tingkat sedang.

DE cenderung terjadi dan menjadi lebih umum ketika pria menua, meskipun hal tersebut bukanlah merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari proses penuaan.

Bagi kebanyakan pria, kondisi kesehatan lainnya, seperti diabetes, berkontribusi kepada kemungkinan mengidap DE.

Hasil dari penelitian

Pusat Kesehatan Universitas Boston melaporkan bahwa sekitar setengah dari manusia yang di diagnosa dengan diabetes tipe 2 akan terkena DE dalam jangka waktu 5 hingga 10 tahun sejak diagnosa dilakukan.

Jika pria yang sama juga memiliki penyakit jantung, maka kemungkinan impotensi mereka juga menjadi semakin besar.

Akan tetapi hasil studi tahun 2014 menunjukkan bahwa jika anda mengidap diabetes tetapi juga menjalankan gaya hidup sehat, maka anda kemungkinan dapat mengurangi gejala diabetes dan meningkatkan kesehatan seksual anda.

Kebiasaan gaya hidup ini termasuk mengkonsumsi diet yang seimbang dan melakukan olahraga secara teratur.

Apa penyebab DE pada pria pengidap diabetes ?

Hubungan antara diabetes dan DE terletak pada sirkulasi dan sistem saraf anda. Tingkat gula darah yang tidak terkontrol dengan baik dapat merusak jaringan pembuluh darah dan saraf kecil.

Kerusakan pada saraf yang mengendalikan stimulasi dan respon seksual dapat menghambat kemampuan manusia untuk mencapai ereksi yang mumpuni untuk bersenggama.

Aliran darah yang menurun akibat kerusakan pembuluh darah juga dapat berkontribusi kepada terjadinya DE.

Faktor-Faktor Resiko

Terdapat beberapa faktor-faktor resiko yang dapat meningkatkan resiko anda mengidap komplikasi diabetes, termasuk DE.

Resiko ini dapat meningkat jika anda:

  • Tidak mengelola gula darah dengan baik
  • Mengalami stress
  • Mengalami gugup yang berlebihan
  • Mengalami depresi
  • Mengkonsumsi diet yang buruk
  • Tidak berolahraga
  • Mengalami kegemukan
  • Merokok
  • Mengkonsumsi alcohol secara berlebihan
  • Mengidap hipertensi yang tidak terkendali
  • Memiliki profil lipid (lemak) darah yang abnormal
  • Mengkonsumsi obat-obatan yang mencantumkan DE sebagai sebuah efek samping.
  • Mengkonsumi obat-obatan dengan resep dokter untuk tekanan darah tinggi, rasa sakit atau depresi.

Mendiagnosa disfungsi ereksi

Jika anda menyadari adanya perubahan dalam frekuensi atau durasi ereksi anda, maka segera informasikan kepada dokter anda atau temui seorang urolog.

Hal ini mungkin sulit untuk dikonsultasikan dengan dokter anda, tetapi keengganan untuk melakukan demikian hanya akan menghalangi anda untuk mendapatkan bantuan yang diperlukan.

Dokter anda dapat mendiagnosa DE dengan mengkaji catatan kesehatan dan gejala-gejala anda.

Mereka kemungkinan akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memerika masalah saraf pada penis atau buah zakar.

Tes darah dan air seni juga dapat mendiagnosa permasalahan seperti diabetes atau testosterone yang rendah.

Mereka mungkin dapat meresepkan obat-obatan, dan mengkonsultasikan anda kepada spesialis di bidang disfungsi ereksi.

DE juga memiliki beberapa pilihan. Dokter anda dapat membantu untuk mengusulkan pilihan yang terbaik bagi anda.

Jika anda belum mengalami gejala apapun terkait DE, tetapi anda telah didiagnosa dengan penyakit diabetes atau jantung, maka anda perlu mendiskusikan kemungkinan diagnosa lanjutan dengan dokter anda.

Mereka dapat membantu anda menentukan langkah-langkah pencegahan mana yang dapat diambil saat ini.

Mengobati disfungsi ereksi

Jika anda didiagnosa dengan DE, dokter anda kemungkinan akan menganjurkan pengobatan oral, seperti sildenafil (Viagra), tadalafil (Cialis), atau vardenafil (Levitra).

Obat-obatan yang wajib melalui resep ini membantu untuk melancarkan aliran darah ke penis dan pada umumnya dapat ditoleransi oleh mayoritas pria.

Diabetes tidak menganggu kemampuan anda untuk mengkonsumsi salah satu obat-obatan ini sepert Glucophage (metformin) atau insulin.

Meskipun terdapat pengobatan DE lainnya seperti pompa dan implan penile, anda mungkin dapat mencoba pengobatan secara oral.

Pengobatan lainnya tidak begitu efektif dan dapat menimbulkan komplikasi tambahan.

Harapan kedepan

Meskipun DE dapat menjadi sebuah kondisi permanen, hal ini umumnya tidak terjadi bagi orang-orang mengalami kesulitan ereksi dari waktu ke waktu.

Jika anda mengidap diabetes, anda dapat menanggulangi DE melalui gaya hidup yang meliputi cukup tidur, tidak merokok, dan mengurangi stress.

Pengobatan DE biasanya dapat ditoleransi dengan baik, dan dapat digunakan selama bertahun-tahun untuk membantu mengatasi permasalahan DE dalam bentuk apapun.

Bagaimana mencegah disfungsi ereksi

Terdapat beberapa perubahan gaya hidup yang dapat anda lakukan tidak hanya untuk membantu dengan pengelolaan diabetes, tetapi juga untuk menurunkan resiko DE anda.

Anda dapat:

Mengendalikan gula darah anda melalui diet anda.

Mengkonsumsi diet untuk diabetes dapat membantu anda untuk mengendalikan tingkat gula darah dengan lebih baik dan mengurangi tingkat kerusakan pada pembuluh darah dan saraf anda.

Diet teratur dengan tujuan untuk menjaga tingkat gula darah danda dapat meningkatkan tingkat energi dan suasana anda, keduanya  dapat mengurangi risiko disfungsi ereksi.

Anda dapat mempertimbangkan untuk bekerjasama dengan sebuah ahli diet yang juga merupakan pendidik diabetes yang bersertifikat untuk membantu menyesuaikan gaya makan anda.

Kurangilah konsumsi alkohol.

Konsumsi alkohol lebih dari dua gelas per tahun dapat merusak pembuluh darah anda dan berkontribusi kepada DE.

Bahkan dalam kondisi mabuk ringan dapat menyulitkan seseorang untuk ereksi dan mengganggu fungsi seksual.

Berhentilah merokok.

Kebiasaan merokok mempersempit pembuluh darah dan mengurangi tingkat nitrit oksida dalam darah anda. Hal ini mengurangi aliran darah ke penis, memperburuk disfungsi ereksi

Mulailah beraktivitas.

Olahraga teratur sebagai bagian dari rutinitas anda tidak hanya akan membantu anda untuk mengendalikan tingkat gula darah, tetapi juga meningkatkan sirkulasi, menurunkan tingkat stress, dan meningkatkan tingkat energi.

Semua hal ini dapat membantu mengurangi resiko DE.

Tidur yang cukup.

Kelelahan seringkali dipersalahkan atas disfungsi ereksi. Jika anda memiliki waktu tidur yang cukup setiap malam, maka anda dapat mengurangi resiko DE.

Kurangi tingkat stress anda.

Stress dapat menganggu gairah seksual dan kemampuan anda untuk mencapai ereksi. Olahraga, meditasi, dan meluangkan waktu untuk hobi dapat membantu menjaga tingkat stress anda tetap rendah dan mengurangi resiko anda mengidap DE.

Jika anda mengalami gejala-gejala gugup yang berlebihan atau depresi, silahkan hubungi dokter anda. Mereka dapat mengusulkan anda kepada seorang terapis yang dapat membantu guna mengatasi penyebab.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.