Dampak Negatif dan Keburukan Pemanis Erythritol

Erythritol adalah salah satu pemanis alami 0 kalori yang paling popular saat ini, dan dianggap lebih aman dibandingkan aspartam yang kontroversial. Selain itu, erythritol adalah gula alkohol alami seperti xylitol.

Banyak orang memilih erythritol karena dapat menurunkan jumlah gula dan kalori pada setiap makanan yang mereka konsumsi.

Anda biasanya akan menemukan kandungan erythritol dalam makanan yang memiliki label rendah gula, bebas gula dan bahkan bebas karbohidrat, tetapi ada beberapa efek samping erythritol yang perlu diperhatikan dan sangat umm terjadi – bahkan ketika digunakan dalam dosis rendah, konsumsi erythritol dapat menyebabkan diare, sakit perut dan sakit kepala.

Sebuah alasan mengapa erythritol tidak menambah kalori atau gula dalam darah bagi orang yang mengkonsumsinya adalah karena tubuh tidak dapat memecah bahan ini ! Inilah faktanya – meskipun erythritol masuk dalam tubuh Anda, bahan ini tidak dimetabolisme oleh tubuh. (1)

Apakah erythritol pemanis alami yang aman dan tepat untuk menggantikan gula?

Jika erythritol yang terbuat dari tepung jagung transgenik (GMO), maka jawabannya adalah TIDAK. Jika Anda berbicara tentang erythritol  non-GMO, maka itu bisa menjadi pilihan yang lebih baik daripada pemanis buatan lainnya, tetapi sebenarnya masih banyak pilihan yang lebih baik selian pemanis ini.

Erythritol sangat cepat diserap di usus kecil, tetapi metabolismenya buruk, sama sekali tidak ada fungsi yang diketahui dalam tubuh manusia dan diekskresikan melalui urin tanpa mengalami perubahan.

Hanya karena pemanis tidak mengandung kalori dan tampaknya tidak memengaruhi gula darah, tidak berarti bahwa itu baik untuk kesehatan Anda.

Apa itu Erythritol ?

Jika Anda sering membaca label kemasan makanan atau minuman (Anda seharusnya membaca !), Anda mungkin pernah memperhatikan tulisan pemanis alternatif seperti sucralose (Splenda®) dan pemanis alami nol kalori erythritol yang sedang popular akhir-akhir ini, terutama dalam minuman energi dan cokelat batangan.

Anda mungkin bertanya, apa itu erythritol?

Bahan ini secara alami terdapat pada beberapa buah-buahan dan makanan yang difermentasi, tetapi variasi Erythritol yang ditambahkan kedalam makanan dan minuman saat ini biasanya sudah tidak alami lagi, tetapi buatan manusia yang dibuat dari tepung jagung transgenic (GMO), –  sebenarnya sangat jauh dari dari istilah “pemanis alami”.

Bahan ini adalah salah satu “bahan transgenik yang tidak terlihat.” Bahan ini juga kemungkinan menjadi insektisida dalam waktu dekat karena para peneliti telah menemukan bahwa komponen utama Truvia®, erythritol telah terbukti memiliki aktivitas insektisida yang kuat. (2)

Erythritol adalah alkohol atau poliol gula empat karbon yang mengandung sekitar 60 hingga 80 % manis  gula meja.

Yang termasuk gula alkohol lainnya adalah seperti sorbitol / glucitol, lactitol, isomalt, maltitol, manitol, gliserol / gliserin dan xylitol.

Buah-buahan seperti semangka, pir, dan anggur secara alami memiliki sejumlah kecil erythritol, begitu juga dengan jamur dan makanan yang difermentasi seperti keju, anggur, bir, dan sake. (3)

Erythritol pertama kali ditemukan pada tahun 1848 oleh seorang ahli kimia Skotlandia bernama John Stenhouse. Jepang telah menggunakan erythritol sejak awal 1990-an dalam permen, jeli, selai, cokelat (termasuk cokelat batang), yogurt, minuman dan sebagai pengganti gula alami.

Industri makanan dan konsumen menyukainya karena dapat memberikan 80 % rasa manis gula, tidak kadaluwarsa dan tidak meningkatkan kadar gula darah.

Sementara itu, para ilmuwan pro-industri mengklaim bahwa bahan ini dapat memberikan antioksidan kepada setiap orang yang mengkonsumsinya.

Pada tikus yang menderita diabetes, erythritol tampaknya bertindak sebagai antioksidan (untuk melawan radikal bebas) dan berpotensi menawarkan perlindungan dari kerusakan pembuluh darah yang disebabkan oleh hiperglikemia. (4)

Erythritol sekarang umumnya ditambahkan ke banyak makanan kemasan, makanan ringan dan minuman (misalnya, minuman soda 0 kalori) serta permen karet bebas gula, permen dan bahkan beberapa obat-obatan.

Bahan ini juga tersedia sebagai pemanis alami 0 kalori dalam bentuk bubuk, seperti Zsweet dan Swerve. Dan karena erythritol tidak bersifat higroskopik (tidak menyerap kelembaban dari udara), erythritol sangat populer pada produk-produk panggang tertentu karena tidak mengeringkan.

Erythritol dibentuk secara alami pada beberapa buah-buahan dan makanan yang difermentasi. Namun, masalahnya sebagian besar erythritol yang digunakan dalam produk makanan saat ini adalah buatan manusia dengan mengambil glukosa (paling sering dari tepung jagung transgenik) dan memfermentasi dengan ragi yang disebut Moniliella pollinis.

7 Alasan untuk Tidak Mengkonsumsi Erythritol

  1. GMO

Organisasi Kesehatan Dunia mendefinisikan organisme hasil rekayasa genetika (GMO) sebagai “makanan yang berasal dari organisme yang materi genetiknya (DNA) telah dimodifikasi dengan cara yang tidak terjadi secara alami, misalnya melalui pengenalan gen dari organisme yang berbeda. ”(5) Sebagian besar erythritol yang digunakan dalam makanan dan minuman saat ini berasal dari tepung jagung dari jagung hasil rekayasa genetika.

Penelitian pada hewan telah menghubungkan konsumsi GMO dengan infertilitas, masalah kekebalan tubuh, penuaan dini, regulasi insulin yang salah, dan perubahan pada organ utama dan sistem gastrointestinal. (6)

  1. Umumnya Dikombinasikan dengan Pemanis Buatan

Erythritol tidak semanis gula sehingga sering dikombinasikan dalam makanan dan minuman dengan pemanis yang tidak jelas, biasanya pemanis buatan.

Ketika dikombinasikan dengan pemanis buatan seperti aspartame, produk yang mengandung erythritol menjadi lebih mematikan bagi kesehatan Anda.

Efek samping aspartame termasuk kecemasan, depresi, kehilangan ingatan jangka pendek, fibromyalgia, penambahan berat badan, kelelahan, tumor otak dan banyak lagi.

Karena produk yang mengandung erythritol biasanya juga mengandung pemanis buatan seperti aspartame, efek samping dari makanan atau minuman tertentu itu menjadi lebih berbahaya.

  1. Masalah Gastrointestinal (pencernaan) dan Sakit Kepala

Gula alkohol seperti erythritol dikenal menyebabkan masalah pencernaan. Beberapa efek samping erythritol terjadi dalam jumlah kecil, yang terutama dalam jumlah besar, adalah efek samping gastrointestinal yang tidak diinginkan. Efek samping pencernaan ini sangat umum terjadi pada anak-anak. (7)

Diare adalah efek samping erythritol yang dikenal. Terutama bila dikonsumsi berlebihan, erythritol yang tidak terserap dapat menarik air dari dinding usus dan menyebabkan diare.

Kemungkinan diare tampaknya lebih mungkin ketika erythritol dikonsumsi bersama dengan fruktosa. (8) Diare mungkin kedengarannya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan dehidrasi dan malnutrisi.

Banyak orang melaporkan sakit perut dan diare setelah mengonsumsi erythritol dalam jumlah normal dalam makanan atau minuman.

Jika konsumsi dalam dosis tinggi (50 gram atau lebih per hari) maka gangguan pencernaan, termasuk gas, kram, kembung, sakit perut dan diare, menjadi lebih mungkin. Satu studi khusus menunjukkan bahwa asupan 50 gram eritritol menyebabkan perut bergemuruh dan mual. (9)

Pada tahun 2012, sebuah studi pediatrik mengamati tolerabilitas pencernaan dari erythritol. Tujuannya adalah untuk menentukan tingkat dosis maksimum erythritol yang ditoleransi dengan baik oleh anak-anak (4-6 tahun) dalam satu kesempatan minum.

Para peneliti menyimpulkan bahwa ada “masalah keamanan sehubungan dengan tolerabilitas pencernaan untuk penggunaan eritritol dalam minuman pada tingkat penggunaan maksimum 2,5 % untuk tujuan non-pemanis.” (10)

Sakit kepala adalah efek samping lain yang jarang diteliti.

  1. Bisa Menyebabkan Makan Berlebih

Salah satu masalah berkelanjutan dengan pemanis buatan non-kalorik adalah bahwa bahan ini tidak diproses oleh tubuh seperti gula biasa diproses oleh tubuh.

Ketika Anda makan makanan yang mengandung gula biasa dan pemanis alami yang lebih sehat, tubuh Anda akan memproses bahan tersebut. Gula akan dimetabolisme, dan hormon dilepaskan untuk mengurangi nafsu makan Anda karena sudah mendapatkan asupan bahan bakar yang cukup.

Berbeda dengan erythritol, bahan ini adalah gula alkohol yang masuk ke tubuh Anda dan tidak mengalami proses metabolisme, akibatnya tubuh Anda tidak mendapatkan kalori atau gula.

Artinya, bahan ini tidak memberikan bahan bakar apapun dalam tubuh. Akhirnya, Anda akan terus merasa lapar setelah mengonsumsi produk dengan gula buatan alternatif ini. Tubuh dibiarkan merasa tidak terisi, dan Anda masih ingin makan atau minum sesuatu yang lain.

Ini sangat berbahaya karena akan dapat menyebabkan nafsu makan berlebihan dan kelebihan berat badan. Penambahan berat badan telah terlihat ketika gula alkohol seperti erythritol dimakan berlebihan. (11)

  1. Berbahaya bagi Penderita SIBO dan IBS

SIBO adalah gangguan pencernaan, kasus ini terjadi pada banyak orang yang menderita sindrom iritasi usus (IBS) dan kondisi yang mendasari lainnya. (12) SIBO adalah akronim untuk “small intestinal bacterial overgrowth (pertumbuhan bakteri usus kecil yang berlebihan),” didefinisikan sebagai bakteri berlebihan di usus kecil.

Secara alami bakteri berada di seluruh saluran pencernaan, dalam sistem yang sehat, usus kecil seharusnya memiliki tingkat bakteri yang relatif rendah.

Ketika orang menderita SIBO atau IBS, apa yang mereka makan dan masukkan ke tubuh setiap hari benar-benar berpengaruh terhadap penyembuhan atau peningkatan masalah dalam usus.

Pemanis  seperti erythritol berada dalam daftar bahan-bahan yang harus dihindari penderita pencernaan seperti SIBO karena dapat menyebabkan iritasi dan bermasalah pada sistem pencernaan.

  1. Reaksi alergi

Meskipun tidak sering terjadi, erythritol dapat menyebabkan reaksi alergi pada kulit beberapa orang.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2000 dalam Journal of Dermatology menunjukkan bagaimana minuman yang mengandung erythritol berpotensi menyebabkan reaksi alergi yang parah pada kulit.

Seorang wanita muda berusia 24 tahun memiliki luka parah di sekujur tubuhnya setelah minum satu gelas minuman manis yang mengandung erythritol. (13)

Wheal, sering disebut welt atau gatal-gatal, adalah area kulit yang gatal dan membengkak yang terkadang merupakan tanda nyata alergi terhadap sesuatu yang Anda konsumsi atau sentuh.

Ketika Anda tiba-tiba mengalami reaksi kulit yang negatif, sangat penting untuk mengingat apa yang baru saja Anda konsumsi, terutama jika mengandung bahan yang dipertanyakan seperti erythritol.

  1. Insektisida yang Hebat

Jika Anda belum yakin bahwa Anda harus menjauhi erythritol, masih ada lagi penelitian pendukung. Pada 2014, para peneliti di Drexel University sedang mengejar paten pada erythritol sebagai insektisida dan terus mempelajari keefektifannya.

Ya, ini benar – tidak hanya rendah kalori, erythritol juga sangat bagus dalam membunuh serangga. Ini tidak bercanda.

Penelitian tahun 2014 berjudulErythritol, a Non-Nutritive Sugar Alcohol Sweetener and the Main Component of Truvia®, Is a Palatable Ingested Insecticide. Para peneliti menunjukkan bahwa erythritol adalah racun bagi lalat, yang tertarik pada rasanya yang manis (14).

Sisi Positif dari Erythritol

Apakah Erythritol memiliki manfaat ? Jawabannya, sedikit. Jika Anda adalah penggemar rasa manis dan menyukainya karena kurangnya kalori, ini dapat membantu Anda untuk mengatur berat badan.

Namun, seperti yang dikatakan sebelumnya, kurangnya kalori dalam pemanis bisa sangat membingungkan bagi tubuh dan otak kita.

Banyak orang juga memilihnya sebagai pemanis pilihan karena tidak akan menyebabkan lonjakan gula darah, yang dapat sangat membantu bagi penderita diabetes.

Penelitian telah tercampur aduk, beberapa mengatakan bahwa Erythritol dapat menurunkan plak atau bahkan membantu mencegah kerusakan gigi.

Satu penelitian double-blind, uji coba secara acak melihat efek eritritol pada 485 anak sekolah dasar. Setiap anak mengkonsumsi empat permen erythritol, xylitol atau sorbitol tiga kali setiap hari sekolah.

Dalam pemeriksaan lanjutan, peneliti mengamati jumlah gigi berlobang yang lebih rendah pada kelompok erythritol dibandingkan pada kelompok xylitol atau sorbitol.

Waktu hingga perkembangan gigi berlubang juga paling lama pada kelompok erythritol. (15)

Alternatif Pemanis yang Lebih Baik

Erythritol mungkin memiliki beberapa hal positif, namun dampak negatif yang lain perlu dipertimbangkan.

Saran yang lebih baik adalah menggunakan ekstrak daun stevia karena juga tidak meningkatkan gula darah dan memiliki manfaat kesehatan yang lebih terbukti, termasuk pencegahan peningkatan kolesterol, tekanan darah dan bahkan beberapa jenis kanker. (16)

Madu mentah (asli, bukan madu yang dipromosikan di TV atau dijual di super market) adalah salah satu alternatif pemanis yang sangat bagus.

  1. Stevia

Yang dibahas di sini adalah ekstrak daun stevia asli, bukan “produk stevia” yang sebenarnya mengandung pemanis lain seperti erythritol.

Stevia adalah tanaman herbal yang berasal dari family Asteraceae. Daun stevia telah digunakan selama lebih dari 1.500 tahun oleh orang-orang Guarani di Brasil dan Paraguay.

Ini benar-benar pilihan yang bagus untuk membantu kesehatan ketika Anda membeli produk ekstrak daun stevia murni berkualitas tinggi.

Pastikan untuk membeli stevia tanpa tambahan zat aditif. Sangat direkomendasikan stevia hijau sebagai pilihan terbaik.

  1. Madu Mentah

Madu mentah adalah pemanis murni, tanpa saringan dan tidak dipasteurisasi yang dibuat oleh lebah dari nektar bunga.

Bukan madu olahan yang sering diklankan di TV dan banyak di jual di market, madu mentah masih memiliki nilai gizi yang tinggi dan manfaat kesehatannya yang luar biasa.

Telah terbukti secara ilmiah untuk membantu masalah alergi, diabetes, masalah tidur, batuk dan penyembuhan luka.

Carilah peternak lebah lokal untuk mencari madu mentah. Jangan tertipu dengan rayuan iklan di TV.

Kesimpulan Akhir tentang Erythritol

Setelah erythritol masuk ke tubuh Anda, bahan ini akan diserap di usus kecil dengan hanya sekitar 10 % memasuki usus besar sementara 90 % lainnya diekskresikan dalam urin.

Artinya bahan ini hampir tidak diproses oleh tubuh. Banyak produsen dan konsumen menganggap ini bagus karena itu berarti tidak ada kalori atau gula tambahan dalam diet Anda.

Lalu, bagaimana memastikan bahan ini berasal dari bahan yang benar-benar sehat atau alami?

Bahkan meskipun bukan GMO, bahan ini tidak diproses di tubuh dan tidak memberikan perasaan kenyang dan memicu terlalu banyak makan. Selain itu, jangan lupakan gangguan pencernaan, sakit kepala, dan reaksi alergi yang mungkin terjadi.

Ketika kita makan atau minum, idealnya kita ingin agar makanan atau minuman tersebut bermanfaat untuk kesehatan dan kesejahteraan tubuh kita secara keseluruhan.

Erythritol mungkin memiliki beberapa manfaat, tetapi tidak cukup baik untuk tubuh manusia. Anda jauh lebih baik memilih pemanis yang lebih alami dan mendukung kesehatan, seperti madu mentah, dalam dosis kecil.

Itu dia pembahasan tentang Erythritol yang bisa Anda pertimbangkan sebagai pemanis dalam makanan.

Anda juga bisa baca artikel 5 Cara Mengatasi Kecanduan Gula untuk melepaskan diri dari pengaruh atau keinginan makan-makanan yang manis setiap saat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.