Bahaya Diabetes Ketoasidosis

Apa  itu ketoasidosis ?

Ketoasidosis adalah kondisi yang mengancam jiwa di mana tubuh Anda tidak mampu membuat cukup insulin.

Kondisi ini apat menyebabkan Anda memiliki tingkat keton dan gula darah yang membahayakan.

Kombinasi keton dan gula darah yang tinggi ini membuat darah Anda terlalu asam, yang dapat mengubah fungsi normal dari organ-organ internal seperti hati dan ginjal.

Jika Anda tidak mendapatkan pengobatan yang tepat untuk kondisi ini, Anda bisa mengalami koma atau kematian.

Apa itu keton ?
Tubuh Anda menghasilkan keton sebagai hasil pembakaran lemak yang tersimpan bukan gula, atau glukosa, untuk menjadi energi.

Seorang ahli kimia Jerman di pertengahan 1800-an pertama kali menggunakan kata “keton.” Kata berasal dari “aketon,” yang merupakan kata Jerman untuk aseton.

Ketoasidosis juga dikenal sebagai diabetic ketoacidosis (DKA).

DKA dapat terjadi dengan sangat cepat. Mungkin berkembang dalam waktu kurang dari 24 jam. Hal ini sebagian besar terjadi pada orang dengan diabetes tipe 1.

Jika Anda menderita diabetes tipe 1, Anda lebih rentan terhadap perubahan cepat kadar gula darah.

Gejala DKA sering dianggap diagnosis awal diabetes. DKA juga dapat terjadi jika Anda memiliki diabetes tipe 2 dan Anda tidak mengelola diet dan insulin dengan benar.

Apa itu ketosis ?

Ketosis adalah bentuk ringan dari ketoasidosis, dan ini tidak selalu berbahaya. Anda bisa mengalami ketosis jika Anda melakukan diet rendah karbohidrat  atau sedang puasa, atau jika Anda mengkonsumsi terlalu banyak alkohol.

Jika Anda menderita ketosis, itu artinya Anda memiliki tingkat keton yang lebih tinggi dalam darah atau urine.

Keton adalah senyawa kimia yang dihasilkan oleh tubuh ketika tubuh membakar cadangan lemak untuk dijadikan energy.

Beberapa orang melakukan diet rendah karbohidrat untuk membantu menurunkan berat badan.

Diet rendah karbohidrat umumnya aman, diet ini bisa menyebabkan ketoasidosis jika Anda melakukan diet secara ekstrim.

Jika Anda menderita diabetes, tingkat tinggi ketosis dapat menyebabkan ketoasidosis.

Statistik ketoasidosis

DKA adalah penyebab utama kematian pada orang di bawah usia 24 tahun yang menderita diabetes.

Tingkat kematian keseluruhan untuk ketoasidosis adalah 2 % sd 5 %.

Penderita di bawah usia 30 tahun berada pada tingkat 36 % untuk kasus DKA. 27 % orang yang menderita DKA adalah antara usia 30 tahun dan 50, 23 %  adalah antara usia 51 dan 70 tahun , dan 14 % di atas usia 70 tahun.

Apa saja gejala dari ketosis dan ketoasidosis?

Ketosis tidak memiliki gejala. Anda akan memiliki gejala jika tubuh anda sudah memasuki fase ketoasidosis.

Gejala-gejala ketoasidosis adalah:

  • Haus yang ekstrim
  • Sering buang air kecil
  • Dehidrasi
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kelelahan
  • Napas yang berbau buah
  • Sesak napas
  • Merasa bingung

Gejala DKA juga bisa menjadi tanda pertama bahwa Anda menderita diabetes.

Apa yang memicu ketosis dan ketoasidosis?

Pemicu ketosis

Diet rendah karbohidrat dapat memicu ketosis. Itu karena diet rendah karbohidrat akan menyebabkan Anda kekurangan glukosa dalam darah Anda, yang pada gilirannya, akan menyebabkan Anda menghasilkan sedikit insulin.

Tubuh Anda akan mulai membakar lemak untuk dijadikan energy, tidak lagi mengandalkan gula.

Diet rendah kalori atau nutrisi juga dapat memicu ketosis.

Pemicu ketoasidosis

Manajemen diabetes yang buruk adalah pemicu utama untuk DKA. Pada penderita diabetes, tidak melakukan satu suntikan insulin atau tidak menggunakan insulin dengan dosis yang tepat dapat menyebabkan DKA.

Suatu penyakit atau infeksi, dan beberapa obat juga dapat menghambat tubuh Anda  menggunakan insulin dengan benar, yang dapat menyebabkan DKA.

Misalnya, pneumonia dan infeksi saluran kemih adalah pemicu umum DKA.

Pemicu  lainnya yang mungkin termasuk :

  • Stress
  • Serangan jantung
  • Penyalahgunaan alkohol
  • Puasa dan gizi buruk pada orang dengan riwayat konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Penyalahgunaan narkoba, khususnya penyalahgunaan kokain
  • Pengaruh beberapa obat
  • Dehidrasi berat
  • Penyakit akut, seperti sepsis, pankreatitis, atau infark miokard

Apa faktor risiko untuk ketosis dan ketoasidosis?

Faktor risiko untuk ketosis

Melakukan diet rendah karbohidrat, nutrisi, atau kalori merupakan faktor risiko penyebab  ketosis.

Orang-orang yang mejalankan diet ketat atau orang dengan gangguan makan mungkin berada pada risiko yang lebih tinggi terkena  ketosis.

Faktor risiko untuk ketoasidosis

Diabetes merupakan faktor risiko utama untuk DKA. Dalam salah satu penelitian terhadap orang dengan DKA, peneliti menemukan bahwa 47 % adalah penderita  diabetes tipe 1, 26 % adalah penderita diabetes tipe 2, dan 27 % baru didiagnosis menderita diabetes.

Jika Anda menderita  diabetes, faktor risiko utama terkena DKA adalah tidak mengikuti rutinitas untuk pengelolaan gula darah yang yang sudah merekomendasikan.

Dalam satu penelitan, peneliti mengamati diabetes pada anak-anak dan remaja. Mereka menemukan bahwa 1 dari 4 peserta menderita DKA saat dokter pertama kali mendiagnosis mereka dengan diabetes.

Faktor risiko tambahan termasuk:

  • Mengalami gangguan penggunaan alkohol
  • Menyalahgunakan narkoba
  • Melewatkan makanan (tidak makan)
  • Tidak cukup makan

Bagaimana ketosis dan ketoasidosis didiagnosis ?

Anda bisa melakukan tes darah sederhana untuk mendeteksi tingkat keton dalam darah Anda. Anda dapat menggunakan tingkat keton untuk menentukan apakah Anda menderita ketosis atau DKA.

Anda juga mungkin dapat melakukan tes urine di rumah. Untuk tes ini, Anda perlu  menempatkan dipstick ke dalam penampungan untuk menampung urin bersih Anda.

Stick ini  akan mengubah warna berdasarkan tingkat keton dalam urin Anda.

Tingkat keton > 0,6 mmol / L 0,6-1,5 mmol / L > 1,5 mmol / L
Apa arti dari tingkat keton saya? Resiko rendah Resiko sedang Resiko tinggi (hubungi dokter)

Anda harus segera memeriksa ke dokter atau segera masuk ruang gawat darurat untuk melakukan evaluasi dan pengobatan jika Anda menderita diabetes atau Anda merawat seseorang dengan diabetes dan Anda melihat salah satu gejala dari DKA.

Pengobatan untuk DKA dapat menyelamatkan hidup Anda.

Dokter Anda mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan ini:

  • Apa gejala yang Anda alami ?
  • Kapan gejala mulai terasa ?
  • Apakah Anda pernah mengelola diabetes Anda seperti yang diarahkan?
  • Apakah Anda memiliki infeksi atau penyakit lain ?
  • Apakah Anda sedang stress ?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan atau alkohol ?
  • Apakah Anda memeriksa kadar gula dan keton Anda ?

Dokter Anda akan melakukan pemeriksaan fisik. Mereka juga akan melakukan tes darah untuk memeriksa elektrolit, glukosa, dan keasaman darah anda.

Hasil dari tes darah Anda dapat membantu dokter untuk menentukan apakah Anda mengalami  DKA atau komplikasi lain dari diabetes.

Dokter Anda juga dapat melakukan:

  • Analisis urin untuk keton
  • Sinar-X di dada
  • Elektrokardiogram
  • Tes lainnya

Pemantauan sehari-hari di rumah

Penyakit tertentu dapat mempengaruhi diabetes dan meningkatkan tingkat gula darah Anda.

The American Diabetes Association merekomendasikan supaya Anda memeriksa keton setiap 4 sd 6 jam jika Anda menderita pilek atau flu, atau ketika gula darah Anda lebih tinggi dari 240 miligram per desiliter (mg / dL).

Anda dapat memonitor gula darah dan keton dengan test yang banyak dijual dipasaran.

Anda dapat memonitor gula darah Anda menggunakan strip tes darah, dan Anda dapat menguji keton menggunakan strip tes urine.

Pengobatan ketosis dan ketoasidosis

Jika Anda mengalami ketosis, Anda tidak harus menjalani perawatan. Anda hanya perlu melakukan pengobatan jika penyakit anda berkembang menjadi DKA.

Anda mungkin perlu untuk masuk ruang gawat darurat atau tinggal di rumah sakit jika Anda mengalami DKA.

Pengobatan untuk DKA biasanya melibatkan:

  • Pemberian cairan melalui mulut atau melalui vena
  • Penggantian elektrolit, seperti klorida, sodium, atau kalium
  • Insulin intravena sampai tingkat gula darah Anda di bawah 240 mg / dL
  • Skrining untuk masalah lain yang mungkin Anda miliki, seperti infeksi

Yang perlu diperhatikan untuk orang dengan ketosis dan ketoasidosis

Ketosis umumnya tidak berbahaya, tetapi dapat menyebabkan DKA, yang bisa berbahaya.

DKA dapat membaik dengan pengobatan dalam waktu 48 jam.

Langkah pertama setelah pemulihan dari DKA adalah untuk meninjau program diet dan pengelolaan insulin yang dianjurkan dokter anda.

Pastikan Anda memahami apa yang harus Anda lakukan untuk menjaga diabetes tetap di bawah kontrol.

Bicarakan dengan dokter Anda jika Anda tidak memahami tentang apa pun.

Anda mungkin perlu untuk membuat catatan harian untuk melacak perkembangan anda :

  • Obat
  • Makanan
  • Makanan ringan
  • Gula darah
  • Pemeriksaan keton jika dokter Anda menyarankan itu

Membuat catatatn harian dapat membantu Anda memonitor diabetes Anda dan memberikan  tanda-tanda peringatan kemungkinan terjadinya DKA di masa depan.

Jika Anda mengalami sakit demam, flu, atau infeksi, waspada terutama untuk setiap kemungkinan gejala DKA.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.