5 Cara Mengatasi Kecanduan Gula

Kali ini kita akan membahas bagaimana caranya mengurangi rasa ngidam pada gula dan mengidam makanan manis untuk mengatasi kecanduan gula.

Pada zaman modern ini, kecanduan gula menjadi masalah yang serius. Faktanya, kecanduan akan gula merupakan penyebab berbagai penyakit terlebih makanan zaman modern yang teralu banyak mengandung karbohidrat.

Jika ingin jujur, sebenarnya kita semua tau makanan apa yang bagus buat tubuh kita. Kita harusnya banyak makan buah dan sayur.

Faktanya ? Ketika mulai makan buah dan sayur, kita tidak bisa tahan lama. Kenapa ? kebanyakan jawabannya adalah : “Karena kita akan mulai ngidam dan menginginkan makanan yang manis.”

Kita selalu ingin makan gula.

5 Langkah Mengatasi Kecanduan Gula

Berikut adalah cara-cara terbaik untuk mengurangi ngidam gula. Sebenarnya ada empat langkah utama.

Anda perlu mendapatkan lebih banyak serat, lebih banyak protein, lebih banyak lemak sehat dan mengkonsumsi makanan yang asam.

Jika Anda mengikuti langkah-langkah ini, dan langkah kelima sebagai tambahan, itu akan membantu Anda mengatasi kecanduan gula dan keinginan mengidam makanan yang manis.

  1. Konsumsi lebih banyak protein dalam makanan Anda.

Mengapa protein bisa membantu mengurangi kecanduan gula ? Protein akan membantu menyeimbangkan gula darah sehingga sangat membantu mengurangi keinginan ngidam gula.

Beberapa makanan berprotein terbaik yang membantu menghilangkan kecanduan gula termasuk:

  • Daging sapi yang diberi makan rumput
  • Whey protein, idealnya dari susu kambing mentah
  • Kacang-kacangan
  • Ikan liar bukan ikan keramba/budidaya).
  • Ayam kampung
  • Kacang hitam
  • Natto
  • Susu mentah
  • Kefir
  • Yogurt
  • Telur kampung
  • Keju mentah
  1. Konsumsi lebih banyak lemak sehat.

Tubuh Anda dapat membakar gula atau lemak untuk menjadi energi. Jika Anda berhenti mengonsumsi banyak gula, mulailah mengonsumsi lebih banyak lemak.

Namun, pastikan itu adalah lemak sehat, lemak yang biasa dikonsumsi dalam diet Mediterania.

Tubuh Anda akan menjadi pembakar lemak, yang juga akan membantu menurunkan berat badan, manfaat lainnya adalah mengatasi kecanduan gula.

Lemak terbaik saat ini adalah minyak zaitun atau minyak kelapa.

  1. Konsumsi lebih banyak serat.

Serat membantu Anda tetap kenyang lebih lama. Serat juga membantu detoksifikasi dan dapat mengurangi gejala candida dalam tubuh Anda.

Candida adalah penyebab utama ngidam makanan manis/gula. Disarankan untuk konsumsi  35–40 gram serat sehari.

Mulailah mengkonsumsi lebih banyak makanan berserat tinggi, terutama sayuran dan kacang-kacangan dan biji-bijian, seperti biji chia dan biji rami.

Sumber serat lain yang bagus termasuk:

  • Alpukat
  • Buah Pir
  • Berries
  • Kelapa
  • Buah ara
  • Artichoke
  • Kacang polong
  • Okra
  • Acorn squash
  • Kubis Brussel
  • Lobak
  • Kacang hitam
  • Buncis
  • Kacang lima
  • Buang kacang polong
  • Kacang-kacangan
  • Biji gandum

Sangat penting untuk mengonsumsi makanan tinggi serat karena serat lebih dari sekadar pengatur. Serat makanan juga dapat membantu dengan kondisi berikut:

  • Aterosklerosis
  • Kanker
  • Radang usus besar
  • Sembelit
  • Penyakit Crohn
  • Diabetes
  • Diare
  • Diverticulosis
  • Wasir
  • Penyakit jantung
  • Hipertensi
  • Sindrom usus yang teriritasi
  • Batu ginjal
  • Kegemukan
  • Bisul perut
  • PMS
  1. Konsumsi lebih banyak makanan yang kaya asam atau probiotik.

Makanan seperti yoghurt dan kefir, meskipun asam karena bakteri baik yang ditemukan di dalamnya sangat bermanfaat bagi tubuh.

Bakteri dalam makanan ini melawan dan mengurangi candida di tubuh Anda, itulah sebabnya disarankan untuk konsumsi makanan ini untuk mengurangi ngidam gula.

Jadi sekali lagi, mengkonsumsi makanan yang kaya probiotik, seperti kefir dan yogurt, sayuran yang difermentasi seperti sauerkraut dan kimchi, dan juga makanan asam seperti cuka sari apel sangat bermanfaat untuk mengurangi kecanduan gula.

Tambahkan cuka sari apel pada salad atau cuka sari apel dan jus lemon pada minuman  sepanjang hari dapat menurunkan keinginan mengidam Anda.

Makanan probiotik lainnya termasuk:

  • Kombucha
  • Natto
  • Kefir kelapa
  • Kvass
  • Keju mentah
  • Sup Kedelai Jepang
  • Tempe
  • Brine-cured zaitun
  • Asinan
  1. Beralih ke stevia.

Stevia adalah pemanis alami tanpa kalori, yang membuat alternatif pengganti gula yang baik jika Anda ingin mengatasi keinginan makan gula berlebihan untuk sementara.

Berhati-hatilah. Tidak semua stevia yang diproduksi di pasaran adalah alami, itulah sebabnya efek samping stevia bisa bervariasi.

Tiga tipe utama stevia adalah:

1. Green leaf stevia – Ini adalah olahan paling sedikit dari semua jenis stevia, daunnya telah dikeringkan dan digiling menjadi bubuk.

Stevia ini manis, sedikit pahit dan tidak sekuat kebanyakan produk stevia. Produk ini sekitar 30–40 kali lebih manis daripada gula dan jenis stevia yang banyak dipercaya sebagai pilihan terbaik pengganti gula.

2. Ekstrak Stevia – Beberapa merek stevia hari ini mengekstrak bagian daun stevia yang lebih manis dan kurang pahit (rebaudioside), yang tidak memiliki manfaat kesehatan yang ditemukan dalam stevioside.

Stevia jenis ini mungkin pilihan yang lebih baik daripada pemanis biasa lainnya tetapi belum banyak penelitian yang menunjukkan pengaruhnya.

Produk ini sekitar 200 kali lebih manis daripada gula.

3. Altered stevia dan Truvia – Ini adalah jenis stevia yang harus  Anda hindari dan kenyataannya ini bukanlah produk stevia.

Karena produk ini sudah ditambahkan dengan bahan-bahan tambahan sewaktu dalam pengolahan.

Stevia asli tidak ama dengan truvia yang telah diproses secara kimia.

Jika Anda mengikuti kelima langkah di atas, maka  mengidam gula Anda akan kurang secara perlahan.

Alternatif Gula Terbaik

Cara lain untuk melawan mengidam gula dan memulihkan diri dari kecanduan gula adalah dengan menggunakan alternatif gula yang sehat. Cobalah pemanis alami ini sebagai gantinya.

Madu mentah

Satu sendok makan madu mentah mengandung 64 kalori dan memiliki dampak yang sedikit  pada beban glikemik dibanding 1 buah pisang.

Penting untuk diperhatikan, pilihlah madu yang masih alami, jangan membeli madu yang dijual di supermarket yang berasal dari pabrik.

Madu yang dijual di supermarket kebanyakan madu yang sudah dipasteurisasi, madu akan kehilangan banyak manfaat kesehatan, berbeda dengan madu mentah organik.

Kurma

Kurma mengandung potasium, tembaga, besi, mangan, magnesium, dan vitamin B6. Kurma mudah dicerna dan membantu memetabolisme protein, lemak, dan karbohidrat.

Bukti menunjukkan bahwa kurma dapat membantu mengurangi kolesterol LDL dalam darah dan dapat mengurangi risiko stroke.

Gula kelapa

Sekarang, semakin banyak orang menggunakan gula kelapa sebagai pemanis alami pilihan mereka karena kandungan glikemik yang rendah dan kandungan mineral yang kaya.

Sirup maple

Sirup maple merupakan sumber mangan yang luar biasa, dan mengandung kalsium, kalium dan seng.

Kaya dengan antioksidan, pemanis alami ini membantu menetralisir radikal bebas dan mengurangi kerusakan oksidatif.

Pilih sirup mapel Grade B yang lebih gelap, karena mereka memberikan lebih banyak manfaat gizi sirup maple.

Molase blackstrap

Semua molase diperoleh dari gula tebu mentah, dibuat dengan merebusnya hingga menjadi sirup manis.

Glasir Balsamic

Cuka balsamic kaya akan antioksidan yang menghancurkan radikal bebas, kaya akan enzim pepsin yang membantu meningkatkan pencernaan yang sehat, dan rasanya enak.

Pisang matang

Pisang kaya serat dan kalium, dan sumber vitamin B6 dan C. Buah ini juga manis secara alami dengan rasa yang lembut, menjadikannya alternatif gula.

Selai buah asli

Kuncinya di sini adalah selai buah asli. Buah beri, apel, pir, dan anggur merupakan pengganti gula dalam makanan.

Lebih bagus untuk membuat selai buah sendiri, jangan membeli selai buah dari pabrikan karena sudah ditambah dengan pengawet dan gula tambahan.

Itu dia langkah yang bisa Anda jalankan untuk mengatasi kecanduan gula, Anda juga bisa membaca artikel Dampak Negatif dan Keburukan Pemanis Erythritol untuk menambah pengetahuan tentang pemanis dalam makanan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.